Pertaruhkan Nyawa Kita

Menjalani hidup di (Indonesia) sini serasa sedang menjalani ajang pertaruhan nyawa. Saat ini, sektor manakah yang digarap serius dan memperhitungkan standar keselamatan “nyawa” manusia? Transportasi, makanan, peralatan rumah tangga, infrastruktur, pendidikan??

Kalau dulu kereta selalu dianggap menjadi moda transpotasi paling aman, luntur sudah anggapan itu bersamaan dengan 60% infrasruktur rel kereta api di Jawa yg butuh diperbaiki dan diganti. Musibah transportasi pun seakan silih berganti dari satu moda ke moda yang lain.

Pengalaman saya dengan moda transportasi angkot  pun membuat saya setiap hari merasa sedang bergumul mempertaruhkan nyawa. Saya harus berdag-dig-dug ria ketika setiap hari harus mengikuti balapan antar sopir lyn HG (jurusan sepanjang-krian) yang ugal-ugalan. Saya dan sesama penumpang lain hanya bisa mengelus dada dan berharap tidak terjadi apa-apa terhadap badan ini tanpa tau harus mengadu kemana. Dishub dan kepolisian di daerah saya seakan tutup mata. Selain berharap-harap cemas dengan balapan ugal-ugalan itu, pengguna jalan juga harus tahan nafas dengan truk-truk yang berlebih muatan dan tidak jarang memaksa kebut2an meski jalan sangat sempit. Dulu, sempat suatu sore sebuah truk tronton bermuatan biji plastik jatuh terguling tepat di depan rumah saya dan menimpa pagar di halaman, sore hari…. ketika ibu saya biasanya sibuk menyapu halaman rumah, sore hari…. ketika karyawan pabrik di dekat rumah saya sedang berlalu lalang di jalanan. Di sekitar rumahku tragedi2 kecelakaan darat seperti itu seakan menjadi santapan biasa, orang duduk2 sore di beranda rumah saja pernah menjadi korban meninggal karena pengemudi yang ugal-ugalan dan nyasar menabrak beranda rumah orang.

Program berita investigasi di TV mana yang tidak pernah membahas pertaruhan nyawa orang banyak akibat kelalaian produsen makanan, obat2an, sampai peralatan rumah tangga,?? Formalin, boraks, pewarna pakaian, pemanis buatan tak layak konsumsi, sampai bahan2 kimia berbahaya campuran jamu,  seakan sudah menjadi bagian hidup mayoritas warga Indonesia, yang berdaya beli rendah dengan pendapatan yang pas-pasan.

Soal makanan, saya punya pengalaman pribadi harus mengalami radang tenggorokan berhari-hari akibat mengkonsumsi buah2an sejenis melon, semangka dan blewah. Waktu itu, saya hanya terheran2 mengapa mengkonsumsi buah-buahan itu harus membuat saya sakit?? ternyata, kabar terakhir, di sebuah liputan investigasi salah satu TV swasta, tidak jarang pedagang2 buah2an tersebut menyuntikkan pemanis buatan agar dagangannya laris manis.

Regulasi di negara kita seakan telat merespon masalah-masalah tersebut, baru dibuat regulasi jika sudah terkuak ke permukaan, padahal borok itu sudah lama beredar dan menjadi perbincangan antar warga. Complain lembaga setaraf YLKI sampai hasil penelitian2 seporadis seakan terabaikan oleh pemerintah jika belum ada kasus yang menghebohkan dan “mencolok” mata publik.

Seorang hakim yang sedang berdiri menegakkan keadilan harus meregang nyawa diujung senjata milik suruhan sang terdakwa berduit Tommy Suharto . Siswa-siswa SD di dalam 535.825 ruang kelas harus merasa terancam nyawanya ketika sedang menuntut ilmu meski negeri ini sudah berkomitmen 20% APBN untuk pendidikan. Hmm………….. semua penuh dengan pertaruhan nyawa. Mungkin saya hanya bisa menggantungkan harapan agar hak berpendapat di negeri ini tidak kembali menjadi ajang pertaruhan nyawa seperti di rezim-rezim terdahulu. (Temasuk berpendapat di blog 🙂 )

Iklan

11 Responses to Pertaruhkan Nyawa Kita

  1. co-that berkata:

    mungkin yang bisa kita lakukan hanya pasrh dengan keadaan seperti ini, cobalah untuk menikmati hidup dengan situasi seperti sekarang…. keluh kesah mungkin gak bakal didengar ma bapak2 kita di atas, tapi stidaknya menjadi sarana melepaskan kepenakan dimana kita gak bisa berteriak di dunia nyata…..

    Keep posting my dear…

    PS:
    itu apa magsudnya KonCO NARSIS>??????? *tanduk keluar, muka merah lidah berapi, tapi hati tetap lembut dan mulut tersenyum :P*

  2. Bahkan blogging pun perlu nyawa untuk pembayarannya. Anda tahu ketika anda sudah mengkritik suatu pihak terus – terusan, maka hidup anda bisa saja terancam karena sang pihak punya duit untuk menghancurkan anda. 😀

  3. benbego berkata:

    Klo saya lagi mempertaruhkan blog benbego. Antara hidup dan mati. Mohon doanya ya Neen, biar cepet selesai!

  4. co-that berkata:

    bukannya blog banyak yang gretongan sekarang???

  5. dianna berkata:

    co-that mah pengen gretongan aja…sama kok sama aku..:D:D

  6. akew berkata:

    hehe… mempertaruhkan nyawa itu setiap detik berlangsung. pokoknya, siap-siap aja keracunan, terutama yang tinggal di kota besar. kita mengambil oksigen untuk bernafas, dengan konsekuensi harus menghirup juga udara penuh racun lainnya

  7. vino berkata:

    …kalau hak bersuara aja hilang, buat apa Indonesia dapet award ?
    seremonial lagi kali ya

  8. StreetPunk berkata:

    Sopir angkot balapan..seru juga sih..tapi kalau sampai penumpang jadi mati karena kecelakaan yang tidak seharusnya..nggak seru lagilah ya..

    ==== StreetPunk ====

  9. edratna berkata:

    Hidup ini memang penuh dengan risiko, bahkan nggak kemana-manapun bisa juga terjadi risiko.
    Naik angkot juga merupakan risiko, yang kalau dibuat rating nilai risiko lebih tinggi dibanding di rumah saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: