Shinta, ABG Penggemarku

Pagi ini, aku merasa keren. Gimana tidak? Waktu di angkot, seorang anak perempuan belasan tahun  getol sekali colak-colek daguku (kupikir sebagai ungkapan kekagumannya akan kecantikanku). ABG yang ternyata bernama Shinta ini juga berkali-kali menciumi tanganku (entah karena harumnya lotion yg kupakai atau memang begitu cantiknya aku dlm pengelihatannya). Sudah begitu, dia juga mendaulatku untuk  ber”dada-dada” ria menyapa cowok2 pengendara motor di belakang angkot. Sambil menyapa cowok2 itu, dengan sedikit berbisik dia mengatakan “ada cowok, hihihi”, khas seorang ABG perempuan.

Shinta, pelajar kelas 6 di salah satu SLB di Surabaya ini begitu ceria, ramah dan bersemangat. Aku bahkan sangat salut dengan rasa percaya dirinya yang tinggi. Tidak seperti kebanyakan  penderita down sindrome yang kutemui, Shinta tergolong “ngerti” (nyambung di ajak ngomong), ramah dan menyenangkan. Shinta juga terlihat patuh (bukan takut) terhadap mamanya. Berkali-kali dia memperkenalkan mamanya dan menceritakan keluarganya kepadaku dengan sangat bangganya.  Shinta hanya dua bersaudara, kakak semata wayangnya laki-laki, dan dia ingin sekali memiliki kakak perempuan. Ini menjawab semua pertanyaanku sebelumnya, kenapa dia sebegitu ngefans dan mengagumiku.

Hmm…..Shinta, pasti mamamu juga bangga akan dirimu. Kakak laki-lakimu pun pasti sangat menyayangimu. Selain dengan Shinta, aku juga salut dengan mama dari Shinta. Beliau begitu telaten, sabar dan bangga dalam mendidik dan membesarkan Shinta. Si ibu ini, tidak segan2 menceritakan kondisi, kemajuan dan apapun tentang Shinta kepada ibu-ibu lain di angkot.

Satu hal yg membuatku agak kecewa terhadap mama Shinta. Ketika Shinta gencar menunjukkan rekasi kekagumannya kepadaku, mamanya berkali-kali melarang Shinta sambil mengatakan “jangan Shinta, tidak boleh, mbaknya mau kerja, nanti kotor”. Heh..?!!? Kotor?!?! apanya yang kotor?!?! Padahal berkali-kali pula aku memberikan isyarat kepada mama Shinta jika aku nggak nganggap Shinta kotor dan tidak merasa terganggu. Memang, Shinta tidak kotor kok! Dan aku memang enjoy menikmati kekaguman Shinta terhadapku, hihihi. Kacian Shinta…………….kenapa dia hrs diajarkan untuk menganggap dirinya sendiri kotor dan tidak diterima?? Padahal dia begitu supel, ramah dan menyenangkan.

Iklan

10 Responses to Shinta, ABG Penggemarku

  1. manusiasuper berkata:

    Banyak banget coretannya, belum pede untuk narsis ya? Perlu guru? 🙂

    Btw, salam buat Shinta…

  2. co-that berkata:

    Hormat buat shinta dan mamanya

    *terharu*

  3. caplang™ berkata:

    “jangan Shinta, tidak boleh, mbaknya mau kerja, nanti kotor”

    itu takut Shinta-nya kotor…
    😆

  4. Nailah Zhufairah berkata:

    waahhh,saya juga fansnya mbak neri tuh…he..he…

  5. co-that berkata:

    hix kamu sindir aku telak banget hehehehhehe

  6. aisalwa berkata:

    Salam kenal buat Neri dan Shinta

  7. syafriadi berkata:

    iya ya…
    knp klo ibu2 ngajarin anaknya kok di mulai dgn kata “jangan”…

  8. Kurt berkata:

    salut dengan shinta… siapa dulu dong yang dikagumi sintanya!

    salam kenal 🙂

  9. puak berkata:

    narcissism – nya itu lho… ck..ck..ck :p

    salam kenal mbak neri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: