5,80 (yang penting lulus)……..

Ini adalah dialog yang awalnya secara tidak sengaja dan kemudian berlanjut menjadi sengaja untuk ku curi dengar dengarkan.
(setting: pagi hari, di dalam angkot jurusan Sepanjang-Joyoboyo ; pemeran: tiga orang anak salah satu SMP Negeri di Surabaya (dua siswi yang baru lulus UNAS dan seorang siswa adik kelas)

(Siswa): “Aku wingi ngintip hasil UNAS arek kelas telu, Bahasa Indonesia’ne 5,80. (Aku kemarin mengintip hasil UNAS anak kelas tiga, nilai Bahasa Indonesianya 5,80).

(Siswi 1):”Iyo terus kenek opo?” (Emangnya kenapa???)

(Siswa):”Bahasa Indonesia, 5????” (Bahasa Indonesia, 5,8?????)
*dengan sedikit menekankan kalimatnya*

(Siswi 2):”Tapi de’e kan lulus??? Sing penting kan lulus!!!!!!!” (Tapi dia kan lulus, yang penting lulus!!!!!)

(Siswa):”Pancen lulus, tapi NEM’e pas2an? Engko kan gak iso daftar SMA negeri.” (Emang lulus, tapi dengan NEM pas2an?) Nanti tdk bisa daftar di SMA negeri.)

(Siswi 2+1):”Halah, saiki sing penting lulus, masalah NEM ambe’ sekolah, saiki kan akeh SMA swasta sing gelem nerimo NEM pas2an. (Halah, sekarang itu yang penting lulus, masalah NEM dan sekolah, sekarang kan banyak SMA swasta yang mau menerima NEM pas2an.)

PARAH-PARAH-PARAH. Sebegitu parahkah pelajar Indonesia???? Sebegitu carut-marut kah sistem pendidikan di sini (baca:Indonesia). Bertahun-tahun siswa sekolah hanya akan bermuara pada harapan lulus UNAS, lulus meski dengan nilai minim!!!!

Standar kelulusan atas dasar hasil UNAS telah membuat setiap komponen di dunia pendidikan dasar dan menegah (guru, pelajar ataupun lembaga bimbel yang tumbuh subur bak jamur di kulit kaki yang kotor) gelap mata agar siswa dapat LOLOS lulus UNAS. Lihat saja, para guru bahkan kepala sekolah akan dengan sungguh2 mengolah kecerdasannya agar siswa disekolahnya dapat dengan sukses menjawab soal2 ketika UNAS berlangsung. Sedang pelajar-pelajar kita???? dengan bangga mereka akan mempersembahkan kelulusannya seperti dalog di atas. Nonton sinetron remaja gak mutu tiap harinya, gak diterima di sekolah negeri, mengganggu kenyamanan pengguna jalan saat konvoi kelulusan….semuanya bukan masalah besar, yang penting mereka LOLOS lulus UNAS!!!!!!!! Tak kalah hebohnya, lembaga bimbingan belajar yang seharusnya ikut membantu memantapkan pemahaman kognitif para peserta didiknya, alih-alih mereka berusaha menjaring banyak-banyak siswa dengan iming-iming rumus/cara singkat, cepat, jitunya untuk mengerjakan soal-soal UNAS.

Semoga saja, UNAS sebagai standar kelulusan saat ini, dapat mencetak pemimpin2 masa depan yang lebih bermoral, bisa menjadi pembuka jalan lahirnya penerima nobel dari Indonesia yang low profile, tidak kalah pentingnya bisa mencerdaskan kehidupan bangsa seperti amanah dalam prembule UUD 1945, dan kebisaan-kebisaan hebat lainnya………..entah kapan?????

Iklan

9 Responses to 5,80 (yang penting lulus)……..

  1. mantan buruh seperjoengan berkata:

    jangan jadi alasan g lulus2 lo….
    skripsimu tu digarap dulu baru bikin tulisan soal kelulusan

  2. mathematicse berkata:

    Pelajaran bahasa Indonesia itu menurut saya sih “susah, ga gampang”. Selain banyak aturannya, juga banyak perkecualiannya.

    Terus soal-soal yang diujikan juga, ga mudah ngejawabnya.

    Nah ini faktanya, tulisan bahasa Indonesai saya, yaaa begini ini…

  3. co-that berkata:

    semakin dikekang anak didik semakin parah yaa?? coba berikan kebebasan mereka untuk berkreasi…. kayak sistem di luar…

  4. rizko berkata:

    sebenarnya yang parah bukan anak didiknya, tapi system pendidikannya yang makin gila dan parah. aku yakin jika aku saat ini masih duduk di bangku SMA dan ikut ujian, pasti gak lulus deh hehehe

    masing2 anak punya gaya belajar sendiri, termasuk aku, kamu, dan siapa aja, dan asli aku paling benci yang namanya gaya belajar SMA, gila, semua pelajaran di pelajari, n coba deh liat yang dari kejuruan, harusnya yang di tes ya yang kejuruan eh ini kok malah tetep sama ama sma, parah…

  5. Liexs berkata:

    Coba buat neen, bahasa Indonesianya KUNDURAN MONTOR…! Apa hayo……?
    Thanks udah mampir ke blog saya, tukeran Link ya.

  6. the23wind berkata:

    mbak, sistem pendidikan sekarang udah carut marut, niy karena prioritas pendidikan yang di adaptasi pemerintah udah melenceng, anggaran pendidikan aja gak pernah sesuai amanat UUD 45 (20%). jadi jangan heran kalo kita di ambang kehancuran jika tidak segera di perbaiki…

  7. Anang berkata:

    sip semangat lulus itu penting

  8. fira berkata:

    Hai, anak mba tahun ini juga lulus SMP sekarang sudah duduk di bangku SMA. terimakasih ya sudah koment di blog mba. perkawinan mba sudah 15 tahun. kan pertanyaan kamu bgt. oke deh blog kamu juga bagus. yang penting isinya. sukses deh.

  9. akew berkata:

    aku punya temen, dia sarjana pendidikan, tetapi setelah satu setengah tahun mengajar di SMA, dia segera memutuskan untuk berhenti mengajar, alasannya adalah anak SMA ga mau untuk berpikir, ga bisa di kasih tugas untuk bereksplorasi. maunya yang gampang aja, yang ada di buku biar bisa di hafalin siang malam setiap kata dan tanda bacanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: