Setelah Susi Susanti dan korupsi, ini adalah prestasi Indonesia yang layak dicatat di Guiness Book of Record.
Copet oh Copet
April 13, 2007
Suatu pagi di awal Februari , untuk pertama kalinya dalam 23 tahun terakhir, penulis menjadi korban kawanan pencopet penumpang angkot (kebetulan semenjak kelas 1 SD penulis telah mencatatkan diri sebagai “angkoter” –grammar in English- sejati). Cuma sebuah telepon genggam hasil keringat sendiri yang sama sekali nggak canggih, sih…….. Tapi…….marah, menyesal, kecewa atas kebodohan diri sendiri? Sudah pasti! Muak, jijik, dendam pada pelaku? Tentu saja!
Duit seharga telepon genggam itu, pasti akan lebih berguna jika disumbangkan untuk para tukang becak, gelandangan, yatim-piatu, pengecer koran daripada di berikan cuma-cuma untuk para pencopet pemalas itu. Bayangkan saja berapa banyak pahalanya, jika tiap rupiah akan dikalikan tujuh lalu dikalikan sepuluh! Ckckckck, lumayan…… bisa buat tabungan pahala selama sebulan. Hahaha, dasar manusia!!!…….memang penulis pernah terfikir atau berniat beramal sebanyak itu sebelum kecopetan???? Fiuh…..sudah jadi watak bawaan penulis dari dulu, semua niat baik muncul setelah kepepet. Eit, niat baik yang mana? Apa masih jadi niat baik yang tulus ketika ada muatan “daripada dicopet, lebih baik dibuat amal”, “kalu saja tidak dicopet, mungkin bisa buat beramal”???
Memang benar, Allah selalu punya rencana untuk setiap kejadian, toh di kemudian hari ada seorang teman yang -ultra mulia- mampir menawari pinjaman telepon genggam nganggur-nya yang entah ada berapa biji di rumahnya. Dan pada akhirnya, dengan pinjaman “ekstra-lunak” dari salah seorang kakak penulis, penulis bisa kembali membeli telepon genggam baru yang tidak begitu canggih, thanks ya mbak!
Neri Belajar “Nulis” (tes…tes….)
April 12, 2007Berminggu-minggu ngutak-ngatik blog-ku ini……………hasilnya????? Ya cuma ini…………
Somebody help me!!!!!!
Ditulis oleh neen
Ditulis oleh neen
Ditulis oleh neen