Membaca rubrik teropong wisata di Harian Pagi Kompas, 18 Desember 2007 saya jadi termenung memikirkan slogan pariwisata Indonesia untuk menyambut tahun Visit Indonesia 2008. Karena, masih menurut artikel tersebut selain jauh tertinggal dalam hal jumlah wisman dan devisa, Indonesia juga tertinggal dalam pengemasan konsep pariwisatanya jika dibanding dengan Singapura, Malingasia dan Vietnam. Untuk slogan saja Indonesia tidak punya, slogan apa ya yang kira2 bisa mewakili Pariwisata Indonesia. Singapura : uniquely Singapore, Malaysia: the trully Malingasia, Vietnam: hidden charm. Ingatan saya jadi melayang pada perbincangan saya dengan sorang teman setahun yang lalu, juga pada salah satu episode serial kartun besutan Nickelodeon Chalk Zone. “Indonesia: Land of Disaster”, mungkin itu slogan yang tepat. Slogan inilah yang muncul dari seorang teman, ternyata pernah juga muncul menjadi konsep wahana wisata di serial kartun Chalk Zone. Dalam serial itu, diceritakan jika di dunia kapur terdapat taman wisata bencana yang menawarkan sensasi adrenalin melalui wahana-wahana yang terispirasi dari berbagai unsur bencana yang ada di dunia nyata. Seperti wahana es, wahana api, wahana angin, wahana batu-batuan, semua berkonsep bencana alam.
Sedang di Indonesia, apa yang bisa ditawarkan, unik dan lain dari pada yang lain, yaitu bencana, baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan bikinan manusia. Di Indonesia, wisnman dapat dimanjakan dengan sensasi2 dasyat melalui banjir di tengah kota, banjir lumpur, gunung meletus, tanah longsor di tengah pemukiman, longsoran pegunungan sampah, air laut pasang, kebakaran, puting beliung, kecelakan pasawat, kereta api, busway, kecelakaan kendaraan bermotor dari jalanan yang membelah hutan hingga jalanan tengah kota, kerusuhan, pertikaian aparat-demonstran, aparat-warga, pertikaian antar suku, antar desa hingga antar politikus, keracunan makanan, keracunan udara di pusat perbelanjaan, inflasi. Ada lagi yang belum disebutkan???? Silakan anda sebutkan……..
Desember 19, 2007 pukul 10:35 am |
Ya ya … lalu apa yang seharusnya kita perbuat, secara individu, komunitas, dan bangsa?
Desember 20, 2007 pukul 3:43 am |
land of confussion ??? juga
Desember 20, 2007 pukul 11:26 am |
Indonesia: Land of Disaster
Indonesia: Tanah Bencana
Kasian juga ya? Para pahlawan kita sudah berjuang melepaskan Indonesia dari penjajahan ternyata kita belum cukup baik dalam mengisi kemerdekaan.
Desember 28, 2007 pukul 3:21 pm |
haduh.. saya ikutan pusing mikir negeri ini
banyak tg perlu dibenahi dulu, terutama kebijakan yang ngawur, wah bisa seabrek klo ngomong soal beginian
Januari 7, 2008 pukul 7:39 am |
wedew,,…
yah….emang negeri kita kek gini. mungkin kita lelah dan jenuh dengan keadaan ini…
visit indonesia 2008 adalah salah satu usaha agar indonesia dihargai…
mungkin banyak cacat di negeri ini, terus gmn dgn kita?
sudah berbuat apakah kita untuk negeri ini. munak kalo saya tidak pernah mencaci maki negeri ini. tapi kadang saya berpikir, saya sudah memberi apak kepada negeriku ini? saya cuma bisa meminta tanpa bisa memberi.
saya sering mengotori negeri ini dengan sampah-sampah yang saya buang sembarangan,,,,(hanya contoh kecil, dan banyak lagi tindakan saya yang membuat bangsa ini cacat)
kita? pioneer bangsa ini. mulaialah dari diri kita dulu!!
mungkin jika dari sekarang kita mulai , bisa tercipta “visit Indonesia 2016″ ato “2020″, dan rakyat indonesia bisa berbangga diri kala….
just thik and do it…..:)
apa kabar mb neri?
Januari 8, 2008 pukul 9:43 am |
ada yang belum disebut…. di datengin ma neri wah itu bencana paling besar hahahhaha
Januari 9, 2008 pukul 8:33 am |
Usul: kalo nulis artikel, jangan panjang2 ya…
Maret 29, 2008 pukul 1:34 pm |
jepang juga daerah benacana. tp mereka bisa mnjadi negara yg seperti itu. indonesia juga sebenarnya bisa, dengan memanfaatkan kondisi indonesia yg merupakan “The Land of Disaster” ini menjadi “The Land of Heaven”. kita bisa bikin kyak gitu. tinggal usaha dr kita aja utk membuatnya spt itu
Agustus 30, 2009 pukul 3:04 pm |
ah Indonesia
September 3, 2009 pukul 4:13 am |
dan pencurian budaya-budaya oleh negara lain