Setelah Susi Susanti dan korupsi, ini adalah prestasi Indonesia yang layak dicatat di Guiness Book of Record.
Tulisan ini dikirim pada pada Jumat, April 27th, 2007 4:40 am dan di isikan dibawah Catatanku, Indonesia. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed.
Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
Setelah baca link ke tempointeraktif, sedih. Hutan di daerah kami habis, dulu masih bisa ketemu kera di tepi jalan, sekarang jangankan kera suara burung aja sudah jarang.
@cakmoki : bisa-bisa kelak anak cucu kita cuma melihat bentuk kera dari gambar-gambar dan mendengar kicau burung dari rekaman. Waduh, serem bayanginnya!
“Ketika pohon terakhir sudah habis ditebang, ketika sungai terakhir telah tercemar, ketika ikan terakhir telah ditangkap…barulah kita sadar bahwa uang ternyata tidak bisa dimakan…(Green Peace)”
seperti itulah hutan indonesia klo yg menikmati hasil hutan hanya penyolong kayu dan pejabat2 teras. tp herannya penikmat kayu itu bukan perusahaan Indonesia tp perusahaan luar yg menampungnya.
Mei 5, 2007 pukul 4:00 am |
Setelah baca link ke tempointeraktif, sedih. Hutan di daerah kami habis, dulu masih bisa ketemu kera di tepi jalan, sekarang jangankan kera suara burung aja sudah jarang.
Mei 8, 2007 pukul 12:21 pm |
*sedih*
Mei 9, 2007 pukul 7:27 am |
@cakmoki : bisa-bisa kelak anak cucu kita cuma melihat bentuk kera dari gambar-gambar dan mendengar kicau burung dari rekaman. Waduh, serem bayanginnya!
Mei 9, 2007 pukul 7:56 am |
Mei 10, 2007 pukul 9:10 pm |
Alam memang akan menangis selamanya….
Agustus 1, 2007 pukul 6:45 am |
seperti itulah hutan indonesia klo yg menikmati hasil hutan hanya penyolong kayu dan pejabat2 teras. tp herannya penikmat kayu itu bukan perusahaan Indonesia tp perusahaan luar yg menampungnya.